Negeri Ads

Sabtu, 05 Juni 2010

WALI SONGO PERIODE PERTAMA

Umumnya kita mengenal Wali Songo hanyalah sembilan orang yaitu : Syekh maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Giri, Sunan Drajad, Sunan Kalijogo, Sunan Kudus, Sunan Muria dan Sunan Gurnung Jati.
Sebenarnya Walisongo adalah nama suatu da’wah atau dewan mubaligh. Apabila salah seorang dari dewan tersebut pergi atau meninggal dunia maka akan segera digantikan oleh wali lainnya.
Seperti tersebut dalam Kitab Kanzul Ulul Ibnul Bathuthah yang penulisnya dilanjutkan oleh Syekh Maulana Al Maghrobi, Walisongo melakukan sidang tiga kali yaitu :
Tahun 1404 M adalah sembilan wali
Tahun 1436 M masuk tiga wali pengganti yang wafat, tahun 1463 M masuk empat wali pengganti yang wafat dan pergi.
Menurut KH. Dachlan Abd. Qohar, pada tahun 1466 M, Walisongo melakukan sidang lagi membahas berbagai hal, diantaranya adalahperkara Syekh Siti Jenar, meninggalnya dua orang wali yaitu Maulana Muhammad Al Maghrobi dan Maulana Ahmad Juadil Kubro serta masuknya dua orang wali menjadi anggota Walisongo.

Wali Songo Periode Pertama
Pada waktu sulta Muhammad1 memerintah kerajaan turki, beliau menanyakan perkembangan agama Islam kepada para pedagang dari Gujarat (India). Dari mereka Sultan mendapat kabar berita bahwadi Pulau Jawa ada dua kerajaan Hindu Majapahit dan Pajajaran. Di antara rakyatnya ada yang beragama Islam tapi hanya terbatas pada keluarga pedagang Gujarat yang kawin dengan para penduduk pribumi yaitu di kota kota pelabuhan.
Sang Sultan kemudian mengirim surat kepada para pembesar Islam di Afrika Utara dan Timur Tengah, isinya meminta para ulama’ yang mempunyai karomah untuk dikirim ke pulau Jawa. Maka terkumpullah sembilan ulama berilmu tinggi serta mempunyai karomah.
Pada tahun 808 Hijrah atau 1404 Masehi para ulama itu berangkat ke pulau Jawa.
Sembilan orang tersebut adalah :

Maulana Malik Ibrahim, berasal dari Turki ahli mengatur Negara.
Berdakwah di Jawa bagian timur. Wafat di Gresik pada tahun 1419 M, makamnya terletak satu kilo meter dari sebelah utara Pabrik Semen Gresik.

Maulana Ishak , berasal dari Samarqand (dekat Buhara _ Rusia Selatan).
Beliau ahli pengobatan, setelah tugasnya di Jawa selesai Maulana Ishak pindah ke Pasai dan Wafat di sana.

Maulana Ahmad Jumadil Kubra, berasal dari Mesir, beliau dakwah keliling. Makamnya di Troloyo Trowulan, Mojokerto Jawa Timur.

Maulana Muhammad Al Mahrobi, berasal dari Maghrib(Maroko)
Beliau berdakwah keliling, wafat tahun 1465 M. makamnya di Jatinom Klaten, Jawa Tengah.

Maulana Malik Isroil, berasal dari Turki, ahli mengatur Negara, wafat tahun 1435 M, makamnya di Gunung Santri.

Maulana Hasanuddin, berasal dari Persia (Iran), Ahli pengobatan, wafat tahun 1435 M, makamnyadi Gunung Santri.

Maulana Hasanuddin, berasal dari Palestina
Berdakwah keliling, wafat tahun 1462 M, makamnya di samping masjid Banten Lama.

Maulana Alayudin berasal dari Palestina
Berdakwah keliling, wafat pada tahun 1462 M, makamnya di samping masjid Banten Lama.

Syekh Subakir, berasal dri Persia
Ahli menumbali tanah angker yang dihuni jin-jin jahat tukan menyesatkan manusia dengan adanya tumbal itu jin-jintadi akan menyingkir dantanah yang ditumbali dijadikan Pesantren. Setelahbanyak tempat yang ditumbali maka Syekh Subakir kembali ke Persia pada tahun 1462 M dan wafat di sana. Slah seorang pengikut atau sahat Syekh Subakir meninggal dunia ketia beristirahat di daerah Blitar. Hingga sekarang makam pengikut Syekh Subakir tersebut ada di sebelah utara utara pemandian Blitar, Jawa Timur. Di sana ada peninggalan Syekh Subakir berupa sajadah yang tebuat dari batu kuno.

Tidak ada komentar: